karaktetistik perpolitikan pada masa demokrasi orde baru
PPKn
MeganAnastasia
Pertanyaan
karaktetistik perpolitikan pada masa demokrasi orde baru
1 Jawaban
-
1. Jawaban Putracanberra
Mengaburnya sistem kepartaian. Kehadiran partai-partai politik, bukan untuk mempersiapkan diri dalam kerangka kotestasi politik untuk mengisi jabatan politik dipemerintahan (karena pemilu tidak pernah dijalankan), tetapi lebih merupakan elemen penopang dari tarik tambang antara Presiden soekarno, angkatan darat, dan PKI.Dengan terbentuknya DPR-GR, peranan lembaga legislatif dalam sistem politik nasional menjadi sedemikian lemah. Proses rekruitmen politik untuk lembaga untuk lembaga ini pun ditentukan oleh presiden.Basic human rights menjadi sangat lemah. Soekarno dengan mudah menyingkirkan lawan-lawan politik yang tidak sesuai dengan kebijaksanaannya atau yang mempunyai keberanian untuk menentangnya.Masa Demokrasi terpimpin adalah masa puncak dari semangat anti-kebebasan pers. Sejumlah surat kabar dan majalah diberangus oleh soekarno, seperti misalnya harian Abadi dari Masyumi dan Harian Pedoman dari PSI.Sentralisasi kekuasaan semakin dominan dalam proses hubungan antara pemerintah Pusat dengan pemerintah Daerah. Dareah-daerah memiliki otonomi yang sangat terbatas. UU tentang Otonomi Daerah NO. 1/1957, digantikan dengan Penetapan Presiden, yang kemudian dikembangkan menjadi UU No.18 thn 1965. (afan gaffar.2006: 27)