uraikanlah kehidupan gereja perdana
Sejarah
abednegogurning
Pertanyaan
uraikanlah kehidupan gereja perdana
1 Jawaban
-
1. Jawaban Mardel18
1. Jemaat Kristiani Perdana setia pada “ajaran para rasul.” Karena mereka telah menjadi Kristiani (para pengikut Kristus) dengan menerima sabda Yesus Kristus, Injil Yesus Kristus, maka suatu hidup Kristiani harus senantiasa diperdalam dengan pemberitaan Injil secara berkesinambungan. “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Rm 10:17).
Dengan penuh kerendahan hati mereka menerima dan mengakui bahwa keselamatan telah terwujud melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Iman akan Kristus yang bangkit memungkinkan jemaat ini menjadi tanda yang menarik banyak orang, seperti ditulis oleh Lukas. “… mereka disukai semua orang” (Kis 2:47). Mereka lebih tangguh menghadapi segala tantangan dan perjuangan hidup ini, karena Yesus Kristus telah lebih dahulu meretas jalan menuju kehidupan baru, dengan mengalahkan segala penderitaan dan kematian, “Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN (YHWH) menolong aku. YHWH itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku” (Mzm 118:13-14).
2. Tanda kedua adalah “persekutuan” (Inggris:fellowship; Yunani: koinonia), yang berarti suatu kehidupan yang disyeringkan, …… hidup bersama. Dengan kata lain kita berbicara mengenai “persaudaraan sejati” di sini. Ungkapan koinoniahanya muncul sekali dalam “Kisah Para Rasul”, namun ini adalah ungkapan favorit dari Santo Paulus, yang menggunakan ungkapan ini 13 kali dalam surat-suratnya. Ini adalah hidup berbagi dengan Allah sendiri yang disebabkan dan dibuat mungkin lewat pewartaan Injil. Persekutuan ini menjadi sebuah komunitas dengan Yesus yang bangkit, yang dibuat efektif oleh Roh Kudus. Dimensi vertikal dari persekutuan ini menghasilkan suatu dimensi horisontal, suatu persekutuan dengan sesama orang Kristiani dengan mewartakan sabda Allah kepada mereka, dan dengan berbagi benda-benda materiil dengan mereka. Jadi, persekutuan misalnya digunakan sehubungan dengan kolekte dari gereja-gereja bimbingan Paulus untuk Gereja induk di Yerusalem (2Kor 9:12-15). Akhirnya persekutuan menggaris-bawahi bahwa jemaat Kristiani Perdana mempunyai hal-hal yang sama, walaupun tidak semua sama, seperti dicontohkan oleh Barnabas (Kis 4:36-37). Semua itu bukan berdasarkan doktrin ekonomi yang dianut, melainkan sesuatu yang bersifat spontan.
Jemaat Kristiani Perdana menjalin satu ikatan persaudaraan yang sangat erat, di mana hanya terdapat cinta kasih. Kasihlah yang membuat mereka mampu membagi-bagi harta milik masing-masing dengan orang-orang lain. Kasihlah yang membuat mereka lebih peka terhadap kemalangan dan kekurangan sesama (Kis 2:44-45).
3. Dalam artian yang penuh, “pemecahan roti” berarti Ekaristi Kudus, yang telah senantiasa dan akan tetap menjadi sarana utama dari kehidupan komunitas. Jemaat Kristiani Perdana adalah jemaat yang bersatu dalam Ekaristi. Dalam memecah-mecahkan roti jemaat termaksud bukan saja menghadirkan kembali perjuangan-perjuangan Yesus di masa lampau, melainkan juga merayakan masa depan mereka, yaitu bersama Yesus mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Allah dan sesama (lihat bacaan kedua: 1Ptr 1:3-9).
4. Doa-doa membangun komunitas Kristiani. Gereja atau Jemaat Kristiani adalah jemaat yang bersatu dalam doa (Kis 2:46-47). Sebagai jemaat mereka merasa masih membutuhkan penebusan. Maka, sebagai jemaat yang tertebus mereka sungguh mengakui peranan Kristus dalam hidup dan perutusan mereka masing-masing. Oleh karena itu, sebelum diutus, mereka terlebih dahulu menghadap Tuhan guna mohon berkat dan kekuatan. Mereka mampu menghadapi masalah-masalah dalam hidup ini, karena sudah berkomunikasi dengan-Nya dalam doa