ceritakan HUJAN BULAN JUNI
Pertanyaan
2 Jawaban
-
1. Jawaban adityasandi31
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damonotak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu…………..#####…………………
aku : ceritakan padaku tentang ‘hujan bulan juni’
langit shabrina: dia bijak
langit shabrina: karena mampu merahasiakan rintik rindunya
aku : lalu?
langit shabrina: dia tabah
langitshabrina: dia arif
langit shabrina: ada yang bilang:
langit shabrina: eyang sapadi, pinjem puisinya yah untuk seseorang yang sudah duluan pulang, meninggalkan banyak airmata haru, rindu dan kebanggaan karena pernah memilki cintanya
aku : mengapakah dipilih ‘juni’?
langit shabrina: karena pada awalnya, menurut ilmu pengetahuan, sebelum terjadi Global Warming, Juni adalah bulan musim kemarau
langit shabrina: Hujan turun di bulan Juli
langit shabrina: Hujan bulan Juni tabah, dia menahan dirinya (cintanya) untuk tidak turun ke bumi, karena belum waktunya
langitshabrina: Ia arif karena mampu menahan diri dan rindunya untuk bertemu dengan bunga-bunga
langit shabrina: Ia arif karena dibiarkannya (cintanya) yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga
langit shabrina: *itu yang aku tahumaaf klo salah ya
-
2. Jawaban kia1112
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
…………..#####…………………
aku : ceritakan padaku tentang ‘hujan bulan juni’
langitshabrina: dia bijak
langitshabrina: karena mampu merahasiakan rintik rindunya
aku : lalu?
langitshabrina: dia tabah
langitshabrina: dia arif
langitshabrina: ada yang bilang:
langitshabrina: eyang sapadi, pinjem puisinya yah untuk seseorang yang sudah duluan pulang, meninggalkan banyak airmata haru, rindu dan kebanggaan karena pernah memilki cintanya
aku : mengapakah dipilih ‘juni’?
langitshabrina: karena pada awalnya, menurut ilmu pengetahuan, sebelum terjadi Global Warming, Juni adalah bulan musim kemarau
langitshabrina: Hujan turun di bulan Juli
langitshabrina: Hujan bulan Juni tabah, dia menahan dirinya (cintanya) untuk tidak turun ke bumi, karena belum waktunya
langitshabrina: Ia arif karena mampu menahan diri dan rindunya untuk bertemu dengan bunga-bunga
langitshabrina: Ia arif karena dibiarkannya (cintanya) yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga
langitshabrina