B. Indonesia

Pertanyaan

Buatlah resensi buku pada novel aku tanpamu karya Rudy Efendy....

Tolooonggg dibantuu makasihh..

1 Jawaban



  • Resensi Novel Aku Tanpamu
    Aku Tanpamu
    (Rudy Efendy)

    Judul: Aku Tanpamu
    Penulis: Rudy Efendy
    Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
    Genre: Drama, Romance, Dewasa-Muda
    Tebal: 459 Halaman
    Terbit: Februari 2013



    “Kegetiran hidup yang mendera Saskia seolah tak ada habisnya. Ditinggalkan oleh ibu kandung yang pergi bersama pria lain, lalu ayahnya pun meninggal dunia. Ia terpaksa hidup bersama keluarga om-nya dan tidak bisa hidup bebas, karena sang tante selalu mengatur hidupnya. Belum lagi ketika didekati oleh seorang pria yang baik hati dan rupawan bernama Davian , Saskia harus rela melepaskannya demi sepupunya, Alena, yang semua keinginannya harus selalu dituruti. Masihkah ada seporsi kebahagiaan tersisa bagi Saskia?”

    Sinopsis

    Saskia, gadis yang terpaksa menumpang di rumah pamannya sepeninggal sang ayah. Kehidupan yang tak mudah pun harus iaj alani. Ia sering mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari bibi dan sepupuyang seusia dengannya, Alena. Hidup Saskia terasa mulai cerah ketika Davian hadir menemani hari-harinya. Namun, Alena berusaha untuk merebut Davian dari Saskia.

    Saskia lantas dijodohkan dengan Zidan, laki-laki yang kemudian khilaf menodai kehormatan dirinya. Terbakar emosi oleh perlakuan Zidan itu, Davian datang membawa pistol untuk memberi pelajaran pada Zidan. Namun sayang, dalam perkelahian mereka, pistol tersebut meletus ke arah teman Zidan. Sebab hal itu, Davian pun harus mendekam di dalam penjara.

    Hari-hari Saskia kemudian menjadi terasa demikian terpuruk. Pamannya yang melihat hal tersebut, meminta Saskia untuk berlibur ke Hongkong. Di sanalah ia kembali bertemu dengan Rafael yang dengan kelembutannya, membantu Saskia untuk melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.

    Kisah cinta yang dilematis kemudian dijalani Saskia. Akankah ia kembali pada Davian? Ataukah ia akan lebih memilih sosok pria tampan berhati malaikat seperti Rafael?

    Meski kisah cinta serupa rasanya sering kita jumpai, Rudy Efendy agaknya mampu mengemas kisah ini menjadi terasa berbeda. Dengan diksi yang terasa mengalir dan seting luar negeri, yaitu Hongkong, dapat menambah kesan tersendiri untuk novel bersampul warna biru yang manis ini.

    Pandangan Pembaca

    Ini adalah pengalaman pertama saya membaca novel karya Rudy Efendy. Kesan pertama saat mulai membaca halaman-halaman awal novel ini membuat saya tertarik. Gaya bahasanya rapi, dengan penggunaan kata-kata baku yang baik. Tetapi, penggunaan kata dan gaya bahasa yang baku ini akhirnya menjadi sebuah kekurangan tersendiri. Bagaimana tidak, saya bisa mengatakan bahwa 99% narasi dan dialog yang digunakan adalah formal. Padahal, segmennya dewasa-muda. Tokoh-tokohnya juga masih kuliah. Lama kelamaan jika dibaca, terutama dialognya menjadi terasa hambar karena gaya bahasa formal itu.

    Banyak sekali konflik yang memicu emosional dan membuat saya tercengang. Seperti yang saya tulis sebagai pembuka. Tokoh utama novel ini adalah Saskia. Seorang gadis baik, tapi entah kenapa di sini penulis menggariskan takdir yang ‘mengenaskan’ bagi Saskia. Kehilangan demi kehilangan, disusul dengan sebuah rasa sakit yang tak terperi karena seorang pria yang bertindak kejam padanya. Kayaknya porsi dia untuk bisa tersenyum dan bahagia akhirnya segera tertutup dengan berbagai kekecewaan.

    Tapi di sekitar seratus halaman terakhir novel ini menunjukkan keseruannya. Davian kembali, Saskia berseri, Rafael cemburu, Alena berontak. Meski saya akhirnya membacanya sambil sekadar lalu karena harus bersabar dengan setiap penulisan formalnya jadi berasa baca buku pelajaran.

Pertanyaan Lainnya