mengapa peningkatan jumlah kromosom (ploidi) menyebabkan tanaman meningkat pula sterilitasnya?
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban diahviolin
Kelas: IX
Mata Pelajaran: Biologi
Materi: Sistem Reproduksi pada Tanaman
Kata Kunci: ploidi
Jawaban pendek:Peningkatan jumlah kromosom (ploidi) menyebabkan tanaman meningkat pula sterilitasnya, karena meningkatnya jumlah kromosom pada tanaman poliploid menyebabkan tidak bisa terjadi pembuahan, sehingga biji tidak terbentuk dan tanaman menjadi steril (tidak menghasilkan keturunan).
Jawaban panjang:
Pada makhluk hidup berselaput inti (eukariota), umumnya terdapat 2 pasang krosom lengkap (diploid) pada inti selnya. Namun sel pada kondisi tertentu dapat memiliki jumlah set kromosom lebih atau poliploidi. Misalnya sel dapat memiliki 3 pasang krosom lengkap (triploid) atau 4 pasang krosom lengkap (tetraploid) dan setereusnya
Pada hewan, kondisi poliploidi umumnya menyebabkan kematian pada janin. Sementara tanaman poliploid dapat tetap tumbuh namun banyak menjadi steril atau tidak bisa menghasilkan keturunan secara generatif (reproduksi seksual) yang menyebabkan tanaman menjadi steril. Ini terutama terjadi pada tanaman dengan jumlah set lengkap kromosom ganjil.
Sterilitas ini terjadi karena pada saat pembelahan sel secara meiosis, tidak bisa terbentuk pasangan kromosom bicalen akibat jumlah set kromosom yang ganjil. Akibatnya tidak bisa terjadi pembentukan sel kelamin dan tidak bisa terjadi pembuahan. Akibat tidak ada pembuahan, tidak ada pembentukan biji, sehingga, buah dari tanaman poliploid tidak berbiji.
Sifat poliploid ini dimanfaatkan untuk budidaya buah tanpa biji, seperti pisang tanpa biji dan semangka tanpa biji. Tanaman-tanaman ini bersifat poliploid yang tidak bisa melakukan pembentukan biji. Tidak adanya biji membuat varietas ini sangat menguntungkan bagi manusia yang ingin sumber makanan yang lebih mudah dan enak dinikmati.