Sejarah

Pertanyaan

perjuangan kihajar Dewantara dalam bidang jurnalistik

1 Jawaban

  • Ki Hajar Dewantara beralih profesi ke bidang jurnalistik, meski di dunia yang relatif baru bagi beliau namun perjuangan-perjuangan beliau dalam pergerakan nasional untuk mencapai kemerdekaan lebih banyak dalam bidang persuratkabaran, tulisan-tulisan beliau banyak ditemukan di surat kabar serta pendidikan rakyat.

    Tentu saja perjalanan menjadi jurnalistik tidak mudah dilalui Ki Hajar Dewantara, mengawali jurnalistik sebagai pembantu harian “Sedya Utama”, surat kabar berbahasa Jawa di Yogyakarta.

    Kemudian juga beliau membantu surat kabar berbahasa Belanda bernama Midden Jawa, di semarang. Hingga pada tahun 1912, beliau bekerja sebagai anggota redaksi harian “de Express” di Bandung.

    Di harian “de Express” ini banyak memuat tulisan-tulisan dari para politikus yang menyampaikan suara hatinya menghadapi pemerintahan kolonial Belanda. Di antaranya tulisan-tulisan para tokoh pergerakan nasional seperti Abdul Muis, dr. Tjipto Mangunkusumo dan tentunya tulisan dari Ki Hajar Dewantara sendiri.

    Selain bekerja di harian “de Express”, beliau juga bekerja dibeberapa surat kabar seperti harian “Kaoem Moeda”, harian S.I “Soerabaya” dan Cahaya Timoer di Malang. Karena sepak terjang Ki Hajar Dewantara ini dalam bidang jurnalistik maka beliau dikenal juga sebagai perintis pers Indonesia.

    Pada tanggal 25 Desember 1912, atas prakarsa Douwes Dekker. Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangungkusumo, mendirikan partai politik yang diberi nama Indische Partij, ketiganya kelak dikenal sebagai tiga serangkai.

Pertanyaan Lainnya