Sejarah

Pertanyaan

apa yang dimakaud dengan ekonomi uang, bagaimana praktiknya diindonesia pada masa hindia belanda

1 Jawaban

  • Kelas: XI
    Mata pelajaran: Sejarah
    Materi:
    Masa Penjajahan belanda
    Kata Kunci:
    Ekonomi Uang, Sistem Tanam Paksa


    Jawaban pendek:

     

    “Ekonomi uang” adalah kondisi ekonomi dimana masyarakat menggunakan uang sebagai sarana dalam transaksi dan pembayaran. Ini berbeda dengan ekonomi barter dimana masyarakat menggunakan barang dalam transaksi dan tukar menukar serta dalam kegiatan lainya seperti membayar pajak.

     

    Pada masa Hindia Belanda, Ekonomi Uang mulai diterapkan pada masa “Cultuurstelsel” atau masa Tanam paksa.

     

    Jawaban panjang:

     

    Pada awal sejarah Indonesia, sistem ekonomi uang hanya terdapat pada pusat perdagangan saja, seperti di kota-kota besar atau pada pusat perdagangan di pesisir pantai. Sementara wilayah di pedalaman tidak terpengaruh oleh sistem ekonomi uang, dan masih menggunakan sistem ekonomi barter dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Penggunaan sistem ekonomi uang mulai menyebar pada masa penjajahan belanda, seiring dengan diberlakukannya sistem Tanam Paksa, oleh Gubernur Jenderal Johannes Van Der Capellen pada tahun 1930an. Dengan sistem ini penjajah Belanda membuka perkebunan di wilayah pedalaman, seperti perkebunan teh, gula, kopi dan karet. Dengan perkebunan ini penjajah Belanda memaksa petani untuk bekerja di perkebunan ini. Sebagai upah mereka diberika uang, meski dengan jumlah yang tidak sepadan dengan kerja berat di perkebunan ini.

     

    Munculnya sirkulasi uang ini, membuat penggunaan uang sebagai alat tukar dalam kegiatan perekonomian menjadi berkembang pesat. Koin gulden, mata uang belanda, menjadi medium tukar dan menggantikan metode barter yang sebelumnya mendominasi sistem perkonomian di pedalaman.

     

Pertanyaan Lainnya