B. perancis

Pertanyaan

sebutkan contoh naskah pidato tentang"kemuliaan ajaran al-quran

1 Jawaban

  • contoh naskahnya.



    Kitab suci Al-Quran menjadi penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya seperti Zabur, Taurat dan Injil. Kitab Suci Al-Quran tidak kurang terdiri dari 6000 ayat dan memiliki 114 surat serta terangkum dalam 30 juz. Kitab suci umat muslim ini di turunkan secara turun temurun selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Kita ketahui bersama bahwa ayat-ayat suci Al-quran diturunkan secara berangsur-angsur. Mekkah dan Madinah merupakan dua daerah tempat diturunkannya Al-Quran.






     Al-Quran adalah sebaik-baikya jalan untuk mengenal Ia yang Maha Membersami Kita dalam setiap detik kehidupan yang kita tempuh. Al-Quran adalah Maha Karya Tuhan yang dengannya kita bisa menjalani kehidupan dengan damai dan bahagia. Lalu adakah kita telah menjadikan Al-Quran sebagai dasar panduan hidup? Ataukah kita hanya menyimpannya di sudut lemari yang tak pernah tersentuh?

    Ada hal-hal yang hanya sekedar menjadi pengetahuan, salah satunya adalah cara kita yang begitu tau betapa menakjubakannya Al-Quran tapi tetap saja terasing dengan setiap ayat-ayat-Nya. Hari ini bukankah kita masih meninggalkan Al-Quran di lemari? Hari ini bukankah kita menjadi begitu terasing dengan ayat-ayat-Nya? Lalu adakah kita menjadi bagian dari mereka yang kehidupannya begitu damai karena Al-Quran?

    Tak dapat dipungkiri bahwa waktu seolah-olah menuju pada batas-batas kemunduran hingga suatu saat mungkin akan ada suatu masa tertentu dimana kita tak dapat melangkah selain ke atas. Barang kali kemunduran umat muslim saat ini adalah karena mereka meninggalkan Al-Quran, kitab suci yang di berikan oleh yang Maha Sempurna. Kita meninggalkan apa yang telah disempurnakan oleh yang Maha Menciptakan Semesta yang segalanya begitu menjadi indah dan sempurna. Saat ini kita hidup di era dimana kita lupa tentang siapa diri kita sebenarnya.


    Barang kali kemusliman kita hanya menjadi kekosongan identitas agama. Lalu seberapa baik kualitas kemusliman kita hari ini? Seberapa baik kita mengenal-Nya melalui ayat-ayat Al-Quran? Seberapa kita dekat dengan ayat-ayat suci-Nya?



    Keaslian ini dapat ditelusuri dari perjalanan sejarah dimana ada begitu banyak upaya yang telah dilakukan untuk memalsukan alQur’an oleh orang-orang kafir sejak dahulu sampai sekarang tetapi usaha-usaha itu selalu gagal total. Di era modern, pemalsuan al-Qur’an dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah dengan menyusun kitab Tadzkirah yang menurut mereka merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. Pada tahun 2009, penerbit asal Amerika, Omega 2001 dan One Press membuat al-Qur’an palsu dengan judul hard cover “FURQANUL HAQ” atau “TRUE FURQAN”, dan usaha inipun gagal total.

    Kedua adalah bahwa keberadaan Al-Quran tidak bertentangan dengan sains modern sebagai buah akal manusia. Al-Qur’an terbukti sesuai dengan sains modern. Contoh bukti kesesuaian al-Qur’an dengan sains modern antara lain digantinya kulit manusia di neraka. Kulit adalah pusat kepekaan panas. Maka jika kulit telah terbakar api seluruhnya, akan lenyap kepekaannya. Oleh karena itu, Allah menghukum orang kafir dengan mengembalikan kulitnya waktu demi waktu.



     Banyak dari ayat Al-Quran yang dapat dijadikan panduan untuk menggali ilmu pengetahuan, diantaranya adalah tentang pertumbuhan dan perkembangan janin manusia, lapisan-lapisan langit, pembentukan curah hujan dan sebagainya.

     Ketiga adalah bahwa banyak sekali yang telah berhasil menghafal Al-Quran. Bisa dikatakan jarang sekali umat agama lain yang mampu menghafal keseluruhan dari kitab suci yang mereka miliki. Berbeda dengan islam, ada banyak sekali penganut agama ini yang telah berhasil menghafal Al-Quran sejak masa penurunannya bahkan sampai sekarang.



    Keempat adalah bahwa Al-Quran menceritakan hal ikhwal tentang masa lalu dan masa depan dengan tepat. Misalnya adalah kisah tentang kemenangan bangsa Romawi setelah mereka mengalami kekalahan dari bangsa Persia. Allah berfirman:“(2) Telah dikalahkan bangsa Rumawi, (3) di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, (4) dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,” (Q.S. al-Ruum: 2 – 4)



     Al-quran begitu mulia keberadaannya, hingga terlalu bodoh jika hanya menyimpannya di almari kita. Untuk itu semoga kita dapat terus mempelajari, menggali dan mendalami ayat-ayat Al-Quran sehingga kita menjadi bagian dari orang yang mendekat pada-Nya melalui Al-Quran. Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon di maklumi dan di maafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertanyaan Lainnya