Wawancara perjuangan seorang ibu dalam keluarga
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban iinfatmawati23029
Jawaban:
1. Bagaimana kegiatan rutinitas sehari-hari ibu dari pagi hingga malam?
2. Apa yang ibu rasakan saat menjalani rutinitas tersebut? (lelah, biasa saja atau menyenangkan)
3. Apakah setelah melakukan kegiatan rumah atau rutinitas sehari-hari, ibu memiliki kegiatan lain?
4. Bagaimana kondisi keluarga ibu saat ini? Ibu memiliki anak berapa?
5. Setiap hari ibu memulai rutinitas atau kegiatan jam berapa?
6. Bagaimana pendapat suami ibu? Apakah mencukupi? Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah anak?
7. Seprti apa suka duka menjadi ibu rumah tangga ibu?
8. Kira-kira kendala terbesar apa yang dialami oleh ibu rumah tangga?
9. Bagaimana cara ibu dalam mengatasi kedala tersebut?
10. Sebelum menjadi ibu rumah, apakah ibu memiliki cita-cita atau keinginan apa yang ingin diwujudkan?
11. Jika diberi kesempatan , ibu ingin menjadi seperti apa?
12. Apa keinginan ibu untuk kedepannya?
13. Kira-kira adakah niatan ibu selain menjadi ibu rumah tangga?
14. Bagaiman pendapat ibu mengenai ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai seorang guru dan karyawan swasta?
15. Perasaan ibu saat ini bagaimana? Bahagia, bangga?
penjelasan:
Kami menanyakan pertanyaan tersebut kepada ibu ani, pada awalnya beliau merasa malu dan gugup saat ingin di wawancarai oleh kami. Namun kami meyakinkan beliau agar bersedia untuk diwawancarai. Pada pertanyaan pertama ibu ani menjawab pertanyaan kami lambat, mungkin dikarnakan gugup dan ketidak nyamanan atau belum terbiasa diwawancarai oleh kami. Pada pertanyaan kedua dan ketiga, ibu tersebut juga nampak berfikir dan menghela nafas menandakan rasa gugup dan kawatir, selain itu dalam menjawab pertanyaan ibu tersebut tidak melihat ke arah saya dan mata ibu tersebut melihat kekanan dan kekiri sehingga terkesan nampak berfikir agar tidak salah ucap dan tidak melakukan kesalahan. Saat menjawab pertanyaan keempat ibu tersebut juga mengucap kata “eee” berkali-kali sehingga terkesan ada keraguan dalam menjawab setiap pertanyaan.
Saat pertanyaan sudah mulai kearah yang sensitive yakni masalah pendapatan suami dan pribadi ibu tersebut menggaruk-garuk dagu sehingga terlihat ibu tersebut sedang kebingungan untuk menjawab pertanyaan. Selain itu dalam menjawab pertanyaan sesekali ibu itu melihat kearah atas dan samping.
Saat menjawab pertanyaan mengenai suka duka menjadi seorang ibu rumah tangga, ibu tersebut menjawab “suka duka menjadi ibu rumah tangga saat anak bandel” kata bandel diucapkan oleh ibu tersebut dengan menekan intonasi suara sehinga seakan perasaan tersebut yang sedang ia alami dan ia rasakan. Saat menjawab mengenai keuangan dan barang kebutuhan seperti cabai mengalami kenaikan ibu tersebut menjelaskan secara lugas dan lancar seakan ibu tersebut ingin mengungkapakan apa yang ia rasakan dan alami.
Saat ditanya mengenai apa keinginan dan cita-cita ibu tersebut, menjawab dengan semangat dan dari mata beliau terpancar rasa antusias dalam menjawab pertanyaan tersebut. Namun saat terkendala biyaya suara ibu tersebut terdengar melemah sehingga menggambarkan keganjalan (keresahan) dalam hatinya.
Pada saat pertanyaan mengenai pendapat ibu tersebut terhadap ibu rumah tangga yang bekerja, ibu tersebut merasa senang sekaligus menerima nasibnya (bersyukur) walaupun ia hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Hal tersebut terdengar pada saat ibu tersebut mengucapkan dan terlihat juga senyuman yang mengembang namu perlahan menghilang. Saat menjawab pertanyaan terakhir mengenai perasaan menjadi seorang ibu rumah tangga ibu tersebut menjawab “bahagia” selain itu terlihat pula dari mimik wajah dan penekanan kata bahagaia yang menjelaskan bahwa ibu tersebut benar bahagia dan bersyukur dengan kondisi beliau saat ini.